Pahami Kehidupan Sosialita agar Tidak Terjebak Lebih Jauh

Motivation | 07 Mar 5 menit membaca
Punto Wicaksono Punto Wicaksono
Pahami Kehidupan Sosialita agar Tidak Terjebak Lebih Jauh

Kata sosialita menjadi semakin marak di tengah arus digitalisasi dan zaman yang serba modern seperti saat ini. Akses informasi semakin terbuka, apalagi dengan kehadiran media sosial yang cenderung menampilkan kemewahan, sehingga mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih konsumtif.

Gaya Hidup Sosialita

Kehidupan sosialita di Indonesia, sudah semakin menjamur. Kelompok ini biasanya terdiri dari orang yang sangat kaya, suka pamer harta, atau sering dikaitkan dengan hedonisme. Dalam hal ini, ada pula hubungannya dengan hedonic treadmill.

Pengertian hedonisme adalah pandangan hidup bahwa menciptakan kebahagiaan sendiri akan menyembuhkan kesedihan. Semakin banyak kebahagiaan yang diciptakan dan didapat, maka semakin sembuh luka batin yang ada di dalam diri seseorang. Jadi, bisa disimpulkan bahwa hedonisme adalah pemujaan atas kesenangan dan penolakan atas penderitaan. 

Karena sering mencari hiburan untuk bersenang-senang, biasanya sifat jiwa sosialita ini suka boros, nafsu belanja tinggi, suka pamer, sering berfoya-foya, dan hal-hal duniawi lainnya. Veven Wardhana, seorang pengamat budaya, mengatakan bahwa kegiatan kaum sosialita biasanya dalam bentuk kelompok arisan elit, pamer barang mewah, rumpi, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kekayaan, pekerjaan yang bagus, dan kerap menampilkan kehidupan yang berlebihan. 

Pengertian Sosialita

Lantas apa sih arti kata sosialita? Sebenarnya, kata ini sudah digunakan sejak tahun 1928. Artinya, sekelompok orang yang sering melakukan aksi sosial dan sering mengikuti acara hiburan fashion kelas atas. Menurut Wikipedia, sosialita adalah kata serapan dari Bahasa Inggris, yaitu socialite.

Socialite terdiri dari 2 kata yaitu social (suka memperhatikan kepentingan umum) dan elite (kelompok orang yang memiliki derajat tinggi, seperti cendekiawan atau bangsawan). Jadi, dapat diartikan, sosialita adalah kelompok orang yang memiliki derajat tinggi, yang peduli dengan orang lain, khususnya orang yang tidak mampu. 

Namun, dalam pengaplikasiannya, makna sosialita ini justru memiliki konotasi negatif. Di Indonesia, sosialita justru dipandang sebagai kelompok orang yang hanya ingin mempertahankan status sosialnya saja, sehingga mereka terlihat ideal di mata masyarakat dengan standar yang mereka ciptakan sendiri.

Sebelumnya, sosialita identik dengan perkumpulan ibu-ibu arisan. Namun semakin lama, remaja juga sudah membentuk kelompoknya sendiri dan menamai dirinya sebagai remaja sosialita.

Joy Roesma, seorang pengarang buku mengatakan bahwa sebenarnya kaum sosialita sesungguhnya adalah mereka yang tidak suka pamer kekayaan, tetap rendah hati dan merakyat. Berbeda dengan sosialita ‘tanggung’ yang ingin menampilkan eksistensi mereka.

Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup

Kaum sosialita mempunyai gaya hidup yang tinggi dan selalu cenderung melakukan aktivitas bersama-sama. Hal ini dilakukan karena remaja ingin diterima oleh kelompok tertentu dan diakui keberadaannya. Fenomena ini sering digambarkan di film-film remaja di televisi yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan nyata. 

Lantas apa yang mempengaruhi gaya hidup seseorang hingga terobsesi menjadi seorang sosialita?

Konsep Diri

Konsep diri adalah cerminan dari perilaku seseorang. Konsep diri juga berkaitan dengan prinsip yang perlu dipegang untuk menjadikan hidup lebih terarah. Jika konsep diri Anda lemah, Anda akan mudah terpengaruh dan semakin dekat Anda dengan peluang terjerumus kedalam kehidupan sosialita. 

Motif

Motif adalah alasan Anda untuk menentukan pilihan hidup. Gaya hidup sosialita biasanya dipengaruhi motif untuk menjaga citra publik dan kebutuhan terhadap menjaga harga diri tetap tinggi. 

Kelompok Referensi

Kelompok referensi ini adalah lingkungan sekitar yang mempengaruhi cara pandang tentang hidup, membentuk kebiasaan dan tradisi tertentu. Anggota antar kelompok sering melakukan interaksi sehingga bisa menemukan penyamaan persepsi tentang gaya hidup tertentu. 

Kelas Sosial

Kelas sosial adalah kelompok yang relatif homogen dalam masyarakat sehingga menentukan kedudukan dan peranan seseorang. Kelas sosial disebut juga dengan strata sosial seringkali memberikan batasan antara masyarakat yang berasal dari kalangan bawah, menengah, dan atas. 

Dampak Kehidupan Sosialita Bagi Masyarakat

Kehidupan sosialita yang konsumtif dan kerap menampilkan kemewahan tentu berdampak negatif bagi masyarakat, khususnya remaja. Di tengah mewabahnya media sosial, orang berlomba-lomba menjadi lebih baik bahkan terlihat lebih kaya. Anda harus memahami pandangan hidup sosialita ini agar Anda tidak terjerat lebih jauh lagi. Berikut beberapa hal negatif dari kehidupan sosialita bagi Anda.

Konsumtif dan Boros

Kaum sosialita ingin dipandang sebagai kaum yang berada dan terpandang. Oleh sebab itu, tidak heran jika kelompok ini sering kali mengoleksi barang termasuk barang branded. Hal ini mendorong mereka membeli barang atas dasar keinginan bukan kebutuhan. 

Di beberapa kasus, orang dengan penghasilan pas-pasan yang memaksakan hidup seperti kaum sosialita justru menambah daftar hutang hingga melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. 

Tidak Bertanggung Jawab

Dampak selanjutnya bagi kaum sosialita adalah menumbuhkan sifat tidak bertanggung jawab karena sering menyia-nyiakan waktu pada hal yang tidak bermanfaat. Hal ini tentu sangat merugikan. 

Padahal seharusnya, waktu ini dapat dipergunakan untuk hal-hal yang lebih berguna. Selain itu, kaum sosialita cenderung mementingkan diri dan kelompoknya saja sehingga menutup diri untuk bergaul dengan orang yang tidak sama strata dengan mereka. 

Materialistis

Kaum sosialita selalu tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki dan cenderung mempunyai sifat iri hati. Sifat materialistis ini akan berdampak pada kesehatan mental seperti stres karena tidak mampu bersaing dengan orang yang lebih tinggi derajatnya bahkan depresi karena ekspektasi terlalu tinggi. 

Sosialita yang telah menjadi gaya hidup saat ini dipengaruhi oleh dunia yang semakin modern. Jiwa sosialita memiliki stigma negatif di tengah masyarakat seperti dinilai suka pamer kekayaan dan hidup bersenang-senang.

Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang cenderung hedon dan berdampak buruk bagi kehidupan. Di antara dampak negatif yang terjadi adalah menjadi tidak bertanggung jawab, bersifat materialistis dan cenderung boros. 

Artikel Terkait

Konsep Konvergen dan Divergen dalam Berpikir Analitis

Ada dua jenis pola berpikir analitis manusia dalam menyelesaikan masalah, maupun menghasilkan ide baru dalam dunia bisnis, yaitu berpikir fokus (konvergen) dan berpikir kreatif (divergen)

Motivation | 03 Mar 3 menit membaca
Punto Wicaksono Punto Wicaksono

Raih Kesuksesan dengan Mengubah Pola Pikir

Pola pikir mempengaruhi cara Anda memandang dunia dan merespons hal-hal yang terjadi pada diri Anda. Untuk itu, jika ingin sukses, mulailah berpikir positif dan membangun pola pikir orang sukses.

Motivation | 06 Feb 5 menit membaca
Monica Anggen Monica Anggen

Manfaat E-learning untuk Milenial di Zaman Teknologi Digital

Saat ini milenial semakin mahir dalam menggunakan e-learning. Pembelajaran e-learning menjadi inovasi belajar yang tepat sasaran terutama saat masa pandemi

Motivation | 21 May 4 menit membaca
Punto Wicaksono Punto Wicaksono

Artikel Populer


Topik Artikel


Platform Pelatihan yang Tepat

 

Platform pelatihan yang efektif dan efisien bagi Perguruan Tinggi
dengan benefit yang sangat menguntungkan

Ke Atas